Pertumbuhan penduduk yang makin cepat, mendorong pertumbuhan aspek-aspek
kehidupan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, dan
sebagainya. Dengan adanya pertumbuhan aspek-aspek tersebut, maka
bertambahlah sistem mata pencaharian hidup dari homogen menjadi
kompleks.
manusia dapat memanfaatkan dan mengembangkan akal budinya yang telah
terungkap pada perkembangan kebudayaan, baik kebudayaan rohaniah maupun
kebendaan.
namun, ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk yaitu:
- Kematian (mortalitas)
- Kelahiran (fertilitas)
- Migrasi (perpindahan)
1. Kebudayaan dan Kepribadian
Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia
Perkembangan kebudayaan di Indonesia terbagi menjadi 3 zaman / masa kebudayaan, yaitu:A. Zaman Batu sampai Zaman Logam Berdasarkan pendapat-pendapat para ahli prehistoris, bahwa zaman batu terdapat menjadi Zaman Batu Tua (Palaeolithikum) dan Zaman Batu Muda (Neolithikum), perbedaan antara keduanya adalah pada zaman batu muda kehidupan sudah menetap dan adanya revolusi alat-alat keperluan penunjang kehidupan karena mereka telah mengenal dan memiliki kepandaian mengecor / mencairkan logam dari bijih besi dan menuangkan ke dalam cetakan dan mendinginkannya. Kepandaian yang dimiliki pada zaman batu muda itulah yang menjadi awal mulanya zaman logam, yang jelas pada kenyataannya bahwa Indonesia sebelum zaman Hindu telah mengenal kebudayaan yang tinggi derajatnya.
B. Kebudayaan Hindu dan Budha
Pada abad ke-3 dan ke-4 agama Hindu masuk ke Indonesia, perpaduan dan akulturasi antara kebudayaan setempat berlangsung luwes dan mantap. Dan sekitar abad ke-5, agama / ajaran Budha masuk ke Indonesia. Ajaran Budha dikatakan berpandangan lebih maju, karena tidak menghendaki adanya kasta-kasta di masyarakat. Namun walau demikian, kedua agama itu tumbuh dan berkembang berdampingan secara damai.
C. Kebudayaan Islam
Pada abad ke-15 dan ke-16 agama Islam telah dikembangkan di Indonesia oleh para pemuka-pemuka Islam yang disebut Wali Sanga. Masuknya Islam ke Indonesia, teristimewa ke Pulau Jawa berlangsung dalam suasana damai, hal ini disebabkan tidak adanya paksaan dan adanya sikap toleransi yang dimiliki bangsa kita. Agama Islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut dari sebagian besar penduduk Indonesia.
2. Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan yang juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan Barat, yang berawal ketika kaum kolonialis / penjajah masuk ke Indonesia, terutama Belanda. Mulai dari kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan koloniallis Belanda, di kota-kota provinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan bergaya arsitektur “Barat”. Dalam kurun waktu itu juga, muncullah dua lapisan sosial, yaitu:
- Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh
- Lapisan sosial dari kaum pegawai
Sebagai contoh pengaruh kebudayaan barat adalah :
1. Tradisi Gamelan Jawa
Tradisi ini mulai menghilang karena adanya pengaruh kebudayaan barat, mungkin masyarakat sekarang lebih melihat dari segi jaman dimana tradisi gamelan jawa itu sudah jadul ( jaman dulu ) jadi, manusia jaman sekarang atau bisa di sebut juga ABG sudah beranggapan tak layak atau cocok untuk mereka, yang menurut mereka layak itu malah kebudayaan barat yang malah bisa merusak moral anak-anak jaman sekarang . Contohnya : Konser band metal yang malah bisa membuat mereka anarkis secara tidak sadar.
Di sisi lain tanpa se pengetahuan mereka Gamelan Jawa malah sudah sampai ke luar negri dan bahkan sering di mainkan oleh masyarakat di sana .
Jadi, seharusnya kita bangga sebagai bangsa indonesia bisa membuat gamelan jawa di mainkan di luar negeri, dan kita harus melestarikannya bukan melupakannya dan menggantinya .Sumber :
- http://www.isi-dps.ac.id/berita/konser-gamelan-dharma-suara-memukau-bali
- http://ediz11.wordpress.com/2011/11/08/ilmu-sosial-dasar-bab-ii/
- http://wisatadanbudaya1.blogspot.com/2010/11/tembang-jawa-awali-konser-gamelan-di.html

